Setahun, Penduduk Kota Bekasi ?Bertambah 200 Ribu

Dekat Jakarta, Dilirik Pendatang jadi Tempat Tinggal

Sabtu, 07 Januari 2017 | 15:05
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Dalam satu tahun penduduk Kota Bekasi bertambah sekitar 200 ribu jiwa. Awal tahun 2017 ini, jumlah penduduk kota yang berbatasan dengan DKI Jakarta itu mencapai 2,6 juta jiwa. Padahal, setahun sebelumnya jumlahnya hanya 2,4 juta jiwa. Itu artinya ada peningkatan 200 ribu pendatang baru di kota itu.

”Jumlah penduduk Kota Bekasi berdasar riset Badan Pusat Statistik Kota Bekasi memang sudah mencapai 2,6 juta jiwa. Ada penambahan sekitar 200 ribu orang dalam setahun ini,” terang Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil Kota Bekasi, Erwin Effendi kepada INDOPOS, kemarin (6/1).

Erwin menambahkan, untuk menyesuaikan jumlah penduduk itu, pihaknya segera melakukan pemutakhiran data penduduk. Lantaran saat ini data yang dimiliki Disdukcapil Kota Bekasi, jumlah penduduk kota itu masih berkisar 2,4 juta jiwa.

Salah satu cara efektif menegetahui jumlah pasti penduduk, Disdukcapil Kota Bekasi akan menerjunkan petugas untuk melakukan pendataan di tiap-tiap kelurahan yang ada di kota tersebut. ”Pendataan akan kami awali akhir Januari nanti. Pendataan kurang lebih memakan waktu 60 hari untuk mengetahui jumlah pasti penduduk baru,” paparnya.

Menurut dia juga, database penduduk yang dimiliki pihaknya saat ini sudah sesuai dengan data yang ada di Kementerian Dalam Negeri (Mendagri). Erwin juga mengaku, belum ada proses validasi baru terkait jumlah pendatang yang selama setahun ini yang menetap di Kota Bekasi.

”Kami memang belum melakukan pendataan lagi. Kebetulan tahun ini sudah ada anggarannya untuk melakukan  riset kependudukan jadi kami lakukan pemutakhiran data penduduk,” cetusnya juga. Meski begitu, Erwin mengaku tidak memungkiri bila penambahan penduduk itu terjadi.

Sebab, selama tahun 2016 lalu, banyak warga pendatang yang mengurus surat pindah. Hanya saja, kepindahan itu belum disesuaikan dengan angka warga yang meninggalkan Kota Bekasi. ”Kita belum menghitung. Berapa penduduk yang datang dan berapa yang pergi,” jelasnya.

Saat ini, Kota Bekasi diakui Erwin paling banyak dikunjungi warga asal Jawa. Mereka kebanyakan mengadu nasib mencari pekerjaan. Di sisi lain, Erwin tetap memperketat ruang masuk pendatang baru dengan dokumen yang sah.

”Kalau mereka ingin tinggal di Kota Bekasi harus punya KTP sini. Salah satu syarat untuk mendapatkan KTP-kan harus punya surat pindah dari kampong asal,” jelasnya. Perlu diketahui, saat ini warga Kota Bekasi yang belum melakukan perekaman e-KTP tersisa sebanyak 90 ribu orang dari total wajib e-KTP sebanyak 1,7 juta jiwa.

”Insya allah dalam waktu beberapa bulan lagi, semua warga Kota Bekasi akan memiliki e-KTP. Sekarang ini kendala hanya blankonya saja yang kosong dari Kemendagri,” ungkapnya juga.

Sementara itu, Sekretaris Komisi A DPRD Kota Bekasi, Solihin mengatakan, kehadiran pendatang baru di Kota Bekasi harus disinergikan dengan warga yang sudah lama menetap. Salah satunya, pemberian lapangan kerja harus adil antara warga pendatang dengan warga asli.  

 ”Jangan sampai mereka bersaing nantinya berujung keributan. Itu menjadi tugas pemerintah daerah untuk mengakomodir kepentingan semua warganya,” terangnya.

Solihin juga tak memungkiri Kota Bekasi menjadi pilihan pendatang baru karena banyak kawan industri.

Selain itu juga, Kota Bekasi sangat dekat dengan DKI Jakarta. Dia juga mengatakan, warga pendatang paling senang tinggal di daerah perbatasan seperti Kecamatan Pondokgede, dan Kecamatan Medan Satria. ”Karena akses ke Jakarta sangat dekat dengan dua kecamatan daerah itu,” tandasnya. (dny)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%