Diserang Hama Patek, Petani Cabai Merugi

Sabtu, 07 Januari 2017 | 15:25
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Sejumlah petani cabai di wilayah selatan Kabupaten Lebak tidak akan merasakan dampak kenaikan harga komoditas tersebut. Pasalnya, petani terpaksa memanen cabai lebih awal akibat serangan hama patek yang mengakibatkan cabai membusuk.

Menurut petani, harga cabe saat ini di tingkat distributor Rp 80 ribu/perkilogram sementara di pasar bisa mencapai Rp 100 ribu/kg. Sedangkan harga cabe di petani dibeli oleh tengkulak hanya Rp 50.000 per kilogram.

Ahmad, salah seorang petani cabai di Kecamatan Malingping mengatakan, melonjaknya harga cabai di pasaran tidak membuat para petani senang. Karena pada kenyataannya, pendapatan yang dihasilkan dari menanam cabai hanya pas-pasan bahkan tidak sedikit petani yang merugi.

”Memang seharusnya kami bisa memperolah keuntungan besar, tapi karena banyak tanaman cabai  terkena hama patek, membuat kami terpaksa memanen cabai meski belum waktunya,” terangnya,Jumat (6/1)

Senada dikatakan Marjuk, seorang petani cabai  lainnya yang mangaku terpaksa memanen lebih awal karena tanaman cabainya mulai layu dan terancam mati akibat serangan hama patek yang sulit dikendalikan.

 ”Saya justeru merugi cabai saya panen lebih awal. Serba salah memang, kalau dipanen harganya jatuh karena belum waktunya. Kalau tidak malah busuk dan tidak laku dijual sama sekali. Cabe yang dihasilkan dari kebun saya hanya dijual paling tinggi Rp 20.000 perkilogram,” terangnya.

Sementara sejumlah petani cabai di Kecamatan Panggarangan, tanaman cabai miliknya terserang hama patek akibat tingginya curah hujan di daerah itu. Bahkan hama ini tidak bisa dikendalikan oleh petugas organisme pengganggu tanaman (POPT) setempat.

”Petani cabai di yang disekitar lokasi tempat kami menanam mencapai 35 orang dan dipastikan mengalami kerugian ratusan juta rupiah, karena biaya produksi rata-rata Rp 25 juta per hektare ,” ungkap Madsa’i salah seorang petani cabai.

Dia juga mengatakan, pihaknya sangat berharap pemerintah memberikan bantuan sehingga petani bisa kembali menanam cabai. Karena sudah beberapa kali dilakukan upaya untuk mengatasi serangan hama patek namun tetap saja tidak berhasil.

Sementara Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Dede Supriatna mengatakan serangan hama yang menyerang tanaman cabe di sejumlah kecamatan akibat anomali cuaca yang dipicu oleh sering hujan disertai kemarau. (yas)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%