Cabai 120 Ribu/Kg, Pedagang Resah

Sabtu, 07 Januari 2017 | 15:45
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
DUA KALI LIPAT: Medina, pedagang cabai menunjukan cabai rawit merah yang harganya Rp 120 ribu/kg di lapaknya di Pasar Lembang, Kecamatan Cildedug, Kota Tangerang, kemarin (6/1). Akibat tingginya harga cabai, omzetnya turun lantaran pembeli menurun.

INDOPOS.CO.ID - Awal 2017 membuat ratusan pedagang cabai di Kota Tangerang menjerit. Bagaimana tidak, harga si pedas itu di sana harganya melonjak jadi dua kali lipat lebih. Kini, harga cabai mencapai Rp120 ribu perkilogram (kg) dari harga normal. Lantaran harga melambung terlalu tinggi, puluhan pedagang cabai di Kota Tangerang terancam gulung tikar.

Lantaran konsumsi terhadap komoditas pangan oleh konsumen itu telah menurun. Salah satu pedagang cabai, Pasar Lembang Ciledug, Mardiana mengaku, kenaikan harga cabai di seluruh pasar di Kota Tangerang terjadi menjelang akhir 2016 lalu. Kenaikan cabai terus terjadi hingga awal tahun 2017 ini.

 Yang membuat pedagang terkejut, kenaikan cabai yang tidak normal hingga mencapai lebih dari 100 persen. Cabai yang biasanya dijualnya Rp 55 ribu/kg melonjak menjadi Rp 120 ribu perkilogram. ”Kenaikan cabai ini karena pasokan dari produsen langka, dan ketersedian cabai juga kurang,” terangnya.

 Mardiana mengaku bukannya senang dengan naiknya harga cabai tapi malah resah karena kenaikannya di atas normal. Akibat kenaikan lebih dari 100 persen membuat warga jarang membeli cabai. ”Kalau begini terus kami pasti bangkrut,” katanya kepada INDOPOS, kemarin (6/1).

Mardina menjelaskan, untuk harga cabai rawit merah kini mencapai Rp 120 ribu/kilogram dari harga Rp 55 ribu/kilogram. Sementara harga cabai merah  kriting dari Rp 50 ribu/kg dari harga normal Rp 35 ribu/kg. Sedangkan, harga cabai rawit hijau naik jadi Rp 80 ribu/kg dari Rp50 ribu/kg.

”Karena harga cabai ini naik, semua komoditas pangan juga ikut merangkak naik. Bukan di sini saja semua pasar tradisional juga harga cabainya sudah sama. Sekarang kami dilema, mau jual harga murah takut rugi, dijual mahal malah tidak laku,” paparnya.

Pantauan INDOPOS komoditas sayur dan bawang hingga tomat pun ikut merangkak naik setelah harga cabai meroket. Untuk kol bulat, kentang dan wortel sejak dua hari lalu harganya Rp 25 ribu/kg dari harga sebelumnya Rp 7.500/kilogram.

Karena harga cabai terus melambung, Mardina berharap Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Tangerang secepatnya melakukan monitoring pasar terkait dampak kenaikan harga cabai yang meroket terlalu tinggi tersebut. Sebab, jika terus dibiarkan maka para pedagang cabai di seluruh kota ini akan gulung tikar.  

Sementara itu, salah satu pedagang makanan siap saji di Kota Tangerang, Angga Cahyadi mengeluhkan kenaikan harga komoditi cabai yang drastis. Akibatnya, dirinya mengurangi sejumlah menu makanan cepat saji yang menggunakan cabai.

Kemudian juga dirinya pun terpaksa menaikan harga kepada konsumen karena untuk menutupi ongkos produksi. ”Saya juga tidak mau rugi, ya mau tidak mau dikurangi menu makanan yang menggunakan cabai. Habis kalau dipaksakan juga makanannya tidak akan laku,” terangnya.

Menanggapi keluhan itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kota Tangerang, Sayuti menuturka pihaknya tengah berupaya menormalkan kembali harga cabai yang meroket. Salah satunya berkoordinasi dengan Kementerian Pertanian untuk menyiapkan stok cabai dari sejumlah daerah. (cok)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%