Angka Kekerasan Anak di Bekasi Meningkat

Rabu, 11 Januari 2017 | 19:04
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Jumlah kasus kekerasan terhadap anak hingga bulan akhir tahun 2016 mencapai 127 kasus. Angka itu meningkat dari tahun sebelumnya yakni yang hanya 100 kasus. Rata-rata anak-anak yang menjadi korban kekerasan berussia 14 sampai 16 tahun. 

“Peningkatan itu dikarenakan sudah adanya keberanian dari pihak keluarga untuk melapor ke kami. Kalau dulu mereka masih takut-takut,” kata Kepala Seksi Pengolahan data dan Pelaporan pada Badan  Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3KB) Kota Bekasi, Mini Aminah, kepada INDOPOS, Rabu (11/1/2017).
Menurut Mini, kasus persetubuhan dan kekerasan merupakan kasus yang paling banyak dialami anak-anak di Kota Bekasi. ”Sejak Januari hingga Mei di tahun 2016 ini, jumlah kekerasan mencapai 127 kasus,” katanya. 

Mini menambahkan, diantara 127 kasus itu terdiri kasus kekerasan terhadap anak yakni pelecehan seksual 42 kasus, kekerasan fisik 31 kasus, persetubuhan 24 kasus, pemerkosaan 11 kasus, penelantaran 2 kasus, pencurian 2 kasus, pengasuhan 14 kasus dan aborsi 1 kasus. Menurutnya, kondisinya untuk saat ini harus mendapatkan perlindungan yang jelas bagi anak dibawah umur.

Untuk meminimalisir angka kekerasan terhadap anak, kata Mini, pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya pencegahan seperti gencar sosialisasi ke tingkat sekolah hingga masyarakat tentang bahayakekerasan seksual terhadap anak.

Bahkan, saat ini, Mini mengaku, pihaknya gencar melakukan sosialisasi kepada siswa di lingkungan sekolah. Dalam sosialisasi itu pentingnya peran anak dalam melakukan pelaporan bila terjadi tindak kekerasan. “Karena si pelapor sendiri kan di lindungi undang-undang,” jelasnya.

Mini berharap, pemerintah secepatnya menetapkan hukuman seberat-beratnya atas kasus darurat kekerasan anak dibawah umur. Pasalnya kekerasan seksual yang menimpa perempuan dan anak-anak tiap tahun terus meningkat. “Hukuman terhadap pelaku kekerasan dan pelecehan terhadap anak harus berat. Karena, korban akan mengalami trauma seumur hidup. Apalagi tidak jarang korban hingga berujung kematian,” ujarnya.

Perlu diketahui, Badan  Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3KB) Kota Bekasi mencatat tingkat kekerasan anak di tahun 2014 lalu, mencapai 105 kasus, tahun 2015 mencapai 100 kasus, dan tahun 2016 mencapai 127 kasus. 

Sementara itu, Kepala Badan  Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (BP3KB) Kota Bekasi, Riswanti mengatakan, pihaknya hanya melakukan mediasi atas kasus yang menimpa perempuan dan anak. Namun, bila kasus tersebut naik ke meja hijau, maka pihaknya melakukan pendampingan.

Riswanti menambahkan, saat ini pihaknya sudah membentuk satuan tuga (Satgas) khusus perlindungan anak dan perempuan. Mereka ditempatkan di tiap-tiap RW yang ada di Kota Bekasi. “Mereka juga berkordinasi dengan aparat keamanan setempat untuk mengawasi adanya tindakan kekerasan kepada anak dan perempuan,” tandasnya. (dny)
 

Editor : Syahrir Lantoni
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%