Kerusakan Organ Dalam Picu Kematian Taruna STIP

Amirulloh meregang nyawa setelah 2 jam mengalami penyiksaan

Kamis, 12 Januari 2017 | 09:37
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Amirulloh meregang nyawa setelah 2 jam mengalami penyiksaan

INDOPOS.CO.ID - Kepolisian Sektor Jakarta Utara membeberkan fakta seputar kematian Amirulloh Adityas Putra, Taruna Tingkat I Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP). Amirulloh tewas di tangan para seniornya.

Hasil autopsi menunjukkan, kerusakan organ menjadi pemicu kematian remaja 18 tahun tersebut. Amir, sapaan Amirulloh meregang nyawa setelah 2 jam mengalami penyiksaan di lantai 2 Gedung Kampus STIP,  Rabu, (10/1) lalu sekitar pukul 22:30 malam. Amir terluka di sekujur tubuh, termasuk organ dalam.  

Kepala Kepolisian Resor Jakarta Utara, Kombes M. Awal Chairuddin menerangkan, Amir mengalami luka luka di sekujur tubuh. Organ vital seperti jantung dan paru-paru bahkan mengalami pendarahan.

“Bibir bagian bawah dalam luka lecet, organ dalam rusak. Di dalam jantung dan paru-paru terdapat gumpalan pendarahan. Sementara lambung berisi cairan kehitaman sisa minuman,” ujar Awal dalam jumpa pers di Mapolres Jakarta Utara. “Korban juga negatif narkoba,” sambung  Awal.

Akibat kejadian itu, polisi mengamankan lima senior Amir. Yakni, Sisko Mataheru, 19; Willy Hasiholan, 20; Iswanto, 21; Akbar Ramadhan, 19; dan Jakario, 19. Lima mahasiswa tingkat II itu terbukti sengaja menganiaya Amir serta lima rekan seangkatan korban. 

Kelima orang itu adalah, Ahmad Fajar, Ilham Wally, Bagus Budi Prayoga, Josua Simanjuntak, dan Benny Syahril. Kelima korban juga mengalami luka memar di beberapa bagian tubuhnya.

Editor : Redjo Prahananda
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%