Jangan Lagi Sebut Bogor sebagai Kota Angkot

Senin, 16 Januari 2017 | 07:19
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
CITY OF RUNNER: Salah satu pelari saat melintas di Jalur Pedestrian Lingkar Istana - Kebun Raya Bogor 'Looping The Garden' di Gerbang IV Kebun Raya Bogor, Minggu (15/01/2017). Foto: Radar Bogor.

INDOPOS.CO.ID-Dulu sempat beredar meme seperti ini “Jika kamu kesasar di kota yang banyak angkotnya, berarti kamu berada di Bogor”. Memang, Bogor yang dikenal sebagai kota hujan, saat itu identik dengan angkotnya. Wajar, populasi angkot di kota itu cukup banyak.

Nah, kini di bawah walikota Bima Arya, Bogor mulai berbenah. Jalur pedestrian yang lebar, rata  dan teduh akan membuat aktivitas berlari di tengah kota terasa aman serta nyaman. Itu semua kini sudah dimiliki Kota Bogor, dengan diresmikannya  fasilitas Pedestrian Kebun Raya Bogor (KRB) yang memiliki panjang 4,2 kilometer, kemarin (15/1). Momentum itu juga sekaligus mendeklarasikan Bogor sebagai The City of Runner atau kota pelari.

“Pagi ini kita meresmikan jalur pedestrian  KRB, yang pertama untuk warga berjalan kaki. Kedua, warga gowes, lalu ketiga untuk warga berlari sepanjang  4,2 kilometer. Cuacanya nyaman dan trek pas untuk berolahraga. Jadi saya percaya akan sehat raganya, kuat jiwanya dan maju kotanya,”ujar Walikota Bogor Bima Arya di sela-sela peresmian jalur pedestrian KRB.

Jika selama ini, Bogor lebih dikenal dengan kota sejuta angkot, sebutan itu perlahan tapi pasti, akan dihilangkan, dan itu dimulai dari pembangunan taman hingga fasilitas pedestrian.  Menurut Bima peresmian Pedestrian KRB sekaligus menjadi momen mendeklarasikan, Kota Bogor yang didesain untuk menjadi The City of Runner.

”Warga luar Kota Bogor kemudian bisa bermalam dan pagi, siang, sore bahkan malam hari bisa menikmati Pedestrian KRB,”beber Suami Yane Ardian tersebut.

Adapun fasilitas pedestrian yang menghabiskan anggaran Rp 32 miliar tersebut seperti  jalur sepeda, jalan pejalan kaki, disabilitas. Juga disediakan beberapa titik wifi  di seputar KRB. Ketiadaan kios-kios penjual makanan dan minuman di beberapa spot serta tempat sampah masih menjadi PR pemkot. Begitu juga jalur disabilitas yang belum sepenuhnya steril.

”Khusus untuk fasilitas penyandang disabilitas masih membutuhkan penyempurnaan. Nantinya, patok-patok yang ada akan diganti dengan sejumlah rambu laranga. Jadi motor tidak bisa masuk, hanya sepeda juga kursi roda yang bisa masuk,” bebernya.

Belum juga ada keluhan di beberapa titik yang belum nyaman. Seperti adanya cekukan pedestrian yang membuat kursi roda agak susah masuk. Beberapa titik marmernya juga masih licin, “Semuanya nanti kita evaluasi supaya tidak mencelakakan kalau hujan,” terangnya.

Soal keamanan, nantinya ada patroli Pedestrian KRB yang dijaga langsung oleh Pasukan Kancil, dengan berjalan kaki, bersepeda atau menggunakan airwheel. Pasukan ini merupakan  gabungan dari Satpol PP, Dinas Perhubungan juga Satlantas Polresta Bogor Kota yang selalu memutari Pedestrian KRB tanpa henti.

”Memang belum ada Perda soal Pedestrian KRB. Sehingga masih masih masuk dalam Ketertiban Umum (Tibum), tapi nanti akan kita turunkan untuk Perwali khusus di Pedestrian ini apa saja yang boleh dan tidak boleh juga harus steril dari PKL, tidak boleh dicorat-coret serta dilengkapi CCTV di sejumlah titik,” tambahnya.

Belakangan jalur sepeda di ruas Jalan Otista yang menyatu dengan badan jalan  akan dievaluasi lagi. Ada wacana untuk membuat jalur khusus sepeda motor di sebelah kiri agar tidak saling mengganggu. Pasalnya di jalur itu bukan hanya menjadi rebutan antar pemotor dengan pesepeda, namun juga antara pelari dengan pesepeda.

”Soal saling mengklaim, jadi begini karena antusiasme warga luar biasa, jadi kadang-kadang warga enggak muat untuk berjalan dan olahraga. Larinya di jalur itu, maka mereka mengambil jalur sepeda, tapi pada prinsipnya secara bertahap kita sosialisasi terus dan jalur sepeda enggak boleh dikalahkan oleh yang lain, begitu ada sepeda lewat otomatis yang lain harus minggir,” tegasnya.

Pantauan Radar Bogor (INDOPOS GROUP), tidak kurang dari 600 pelari yang tergabung dalam berbagai komunitas lari dari berbagai daerah, mengikuti peresmian Jalur Pedestrian Lingkar Istana - Kebun Raya Bogor “Looping The Garden” di Gerbang IV KRB. Mereka umumnya merasa puas dapat menikmati pedestrian baru tersebut.  

Reza,   pelari dari Komunitas Lari Tebetian Jakarta yang datang bersama tujuh rekannya mengaku puas. ”Luar biasa, adem dan bersih. Satu yang utama, bebas PKL. Tracknya juga variatif turun naik beda dengan yang biasa kita temui atau gunakan,” katanya.

Senada juga diungkapkan Mellisa dari Australia yang merasa terkesan dan merasa nyaman dengan fasilitas pedestrian yang ada. ” Di sini viewnya juga bagus dan sepertinya saya akan kembali lagi ke Bogor,” kata Melisa.(wil/c/JPG)

Editor : Wahyu Sakti Awan
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%