Mengenal Pembatik Asal Kota Tangsel yang Karyanya Mendunia (1)

Karyanya Rambah Asia Tenggara, Lestarikan Batik Khas Banten

Jumat, 17 Februari 2017 | 22:11
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
BATIK ETNIK: Nelty F Kusmilianti, pengusaha batik sukses tengah membuat batik khas Banten.

INDOPOS.CO.ID - Nelty Fariza Kusmilianti, 54, sangat puas saat hasil karyanya diminati di kancah internasional. Dia juga puas berhasil memperkenalkan batik khas Kota Tangsel dan Provinsi Banten dengan motif tertentu ke sejumlah negara ASEAN. Seperti apa?

TUMPAK M TAMPUBOLON, Tangsel

Hujan rintik-rintik menggelayut di langit, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) awal pekan lalu. Hawa dingin membuat banyak orang malas beraktivitas di luar rumah. Pengendara roda dua yang tengah melintas di kawasan itu pun mencari tempat berteduh.

Tak jauh dari jalan utama terdapat sebuah perumahan sederhana. Meski begitu, tempat itu banyak didatangi orang. Tempat yang berlokasi di Perumahan Villa Bintaro Regency, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren itu merupakan tempat produksi batik etnik Tangsel dan Banten .

Di sana, sejumlah orang sedang asyik pembuat batik beragam motif. Keasyikan mereka membantik tanpa menghiraukan rintik hujan yang turun sedikit demi sedikit. Tak lama salah satu perempuan berhijab kuning datang menyapa dengan ramah. Nada suara yang lembut bak seorang ibu membuat awak media ini langsung berbincang dengan perempuan ini.

Dia mengaku bernama Nelty Fariza Kusmilianti, 54, yang juga pemilik bagunan pembuat batik itu. Dari wanita tersebut terkuak jika kerajinan batik dari pabriknya itu telah dijual ke sejumlah negara Asia Tenggara. Tak mau berlama-lama awak media ini pun langsung mengajaknya berbincang-bincang seputar usahanya yang sudah go internasional ini.

”Ini usaha saya sejak lama yang dirintis dari nol sampai sekarang sudah cukup dikenal di mancanegara. Alhamdulilah semua peminat batik Tangsel dan Banten disukai warga asing,” ceritanya. Dia juga mengatakan, banyak rintangan membangun usaha ini, tetapi semua itu merupakan modal awal menuju ke suksesan dan keberhasilan.

Perempuan kelahiran Cianjur, 8 September 1962, silam ini pun berujar kecintaannya akan seni membatik sudah terjadi sejak lulus SMA. Dari sana dirinya pun mempelajari seni membatik tersebut. Apalagi saat itu dia ingin sekali menjadi pebisnis andal dalam pelestarian budaya asli Indonesia.

Kata Nelty, setelah menikah dan memilik anak dia pun bertekad ingin menjadi pebisnis batik. Dan keinginannya itu diwujudkan sejak 2004 silam. Dia pun mencari konsep batik berbeda dengan batik yang ada dari Jawa Tangah. Pilihannya jatuh pada pembuatan Batik bermotif ala Banten dan Tangsel.

Alasannya karena wilayah ini belum memiliki batik khas daerah sendiri. Setelah belajar dan mengumpulkan ilmu dan menciptakan batik itu, Nelty pun bergerak cepat. Pada 2005, lalu, dia pun mengeluarkan kocek sendiri dan nekat melakukan pameran dan menjajal pasar batik luar negeri.

Pilihannya, ke Tokyo, Jepang. Batik etnik Banten yang diproduksinya merupakan perpaduan desain, warna, nuansa dan tema yang eksotik. Tak heran, ketika pameran berlangsung, para diplomat asing dan keluarga istana kekaisaran Jepang begitu tertarik. Apa yang dialami Nelty di ‘Negeri Sakura’ pada 2005 dan 2006 itu akhirnya makin memacu tekad untuk mengembangkan usaha batik etnik Banten.

Netty bahkan memiliki corak batik yang unik dan istimewa. Seperti batik motif pesona Krakatau, batik Benten dan Tangsel, dan batik Rumah Blandongan (ikon Tangsel). ”Dari pemaran inilah pemesanan itu pemesanan batik dari Banten ini pun menyebar ke beberapa negara di Asia Tanggara,” ungkapnya juga.

Awalnya, katanya juga, dia nekat saja melihat pangsa pasar batik asal Banten masih ada peminatnya atau tidak.  ”Ya kaget ternyata mereka juga menyukai motof dan desain yang saya buat. Dari pemesanan itu sampai sekarang saya terus melebarkan sayap ke manca negara dalam berbisnis batik,” ungkapnya tersenyum.

Perempuan berpenampilan sederhana ini pun menyebutkan negara yang menjadi tempat penjualan batik etnis Banten dan Tangsel yang telah diproduksinya seperti Kamboja, Laos, Myanmar, dan Thailand, Vietnam, Brunei, serta Filipina, Malaysia, Singapura, hingga Timor Leste.

Para konsumen yang memesan batik tersebut merupakan para petinggi negara, politisi hingga sejumlah dubes negara sahabat. Bahkan, dia pun menunjukan beragam rancangan busana yang menggunakan bahan dasar batik etnik Banten dan Tangsel ini.

”Motif batiknya tidak lepas dari daerah Tangsel dan Banten. Mulai dari bunga soka, mawar, atau anggrek. Dan ada juga motif badak bercula satu dari ujung kulon,” paparnya. Ada penilaian tersendiri oleh Nelty yang memperkenalkan batik etni Banten dan Tangsel di mancanegara.

Yakni membubuhkan unsur tanaman, hewan dan rumah daerah yang tidak ada pada batik manapun ditanah air. Karena keunikannya tersebut, Netty pun sudah merambah pasar di Jepang. Kemudian dia pun merambah Cina dengan misi pertukaran budaya itu dan memperkenalkan motif batik Benteng.

”Jepang punya budaya yang freak, asal sudah masuk Jepang artinya sudah lolos. Batik Benteng itu terinspirasi dari etnis China yang ada di sekitar kita saja. Motifnya naga dengan warnawarna yang khas,” tuturnya.

Ada alasan Nelty memperkenalkan dan memasarkan batik etnik Banten dan Tangsel itu ke manca negara. Yakni untuk mengangkat nama Indonesia dan Banten menjadi terkenal di forum internasional. Kata dia, Indonesia memiliki begitu banyak unsur yang dapat diangkat ke kancah dunia.

Ditambah tanah air ini kata dia, memiliki begitu banyak kebudayaan yang bertebaran di seluruh jagat Nusantara. Salah satunya adalah batik yang banyak dimiliki berbagai daerah. Sehingga dengan motif yang sudah mendunia dia pun dapat melestarikan kultur kedaerahan.

”Ini cara saya melestarikan dan memperkenalkan keunikan daerah di tanah air ke orang luar negeri. Toh dengan seperti ini nama Indonesia semakin dikenal karena keunikan dan kreasi seni budaya yang ada. Kalau kita cinta budaya nenek moyang pasti akan membawa keberkahan sendiri. Jadi sekarang bangsa ini tidak lagi dianggap sebelah mata di internasional,” imbuhnya. (bersambung)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%