Kejari Lebak Didesak Tuntaskan Kasus MP3KI

Selasa, 21 Februari 2017 | 13:29
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Kejaksaan Negeri (Kejari) Lebak didesak untuk menuntaskan kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI)  tahun 2014 senilai Rp 1,5 miliar di Kecamatan, Cimarga, Kabupaten Lebak.

Kasus yang sudah menetapkan tiga tersangka tersebut, dinilai masih tebang pilih alias tumpul ke atas namun tajam ke bawah dalam penindakan karea tidak menyentuh pihak pihak yang ikut menerima aliran dana haram tersebut.

”Kami sangat mengapresiasi progres penegakan hukum yang telah dilakukan Kejari Lebak. Namun, masih terkesan tebang pilih. Karena saya rasa masih banyak pihak yang diduga terlibat dalam kasus ini,” terang Iwan Suryana, tokoh masyarakat Desa Tambak, Kecamatan Cimarga kepada koran ini kemarin (20/7).

Menurut dia juga, Kejari Lebak terkesan hanya membidik tersangka dari kalangan bawah saja, sementara pihak-pihak lain yang terlibat baik itu pihak rekanan mapun pejabat yang berkaitan dengan proyek tersebut  malah tidak tersentuh sama sekali. Padahal, dalam kasus ini, peran ketiga tersangka juga tidak terlepas dari peranan pihak-pihak lain.

Sehingga, penyidik dinilai tidak adil dalam memproses penegakan hukum kasus tersebut. Apalagi, kasus korupsi itu juga dilakukan secara korporasi bukan dilakukan perorangan.  ”Dalam pelaksanaan proyek, ada ketua lelang, perusahaan pemenang lelang. Tetapi, kenapa pihak-pihak itu seolah lepas begitu saja tanpa proses hukum? Padahal itu sangat berkaitan utamannya mengenai prosedur dan mekanismenya, apakah sudah sesuai aturan apa belum?,” ucapnya.

”Harus diusut sampai tuntas, seret pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini,” katanya. Selain itu,pihaknya meminta kepada Kejati Banten yang baru untuk mensupervisi kasus tersebut. Lantaran kasus korupsi yang merugikan keuangan negara miliaran rupiah itu seharusnya dilakukan tanpa adanya kesan tebang pilih yang dilakuan oleh Kejari Kabupaten Lebak.

Kepala Kejari Lebak,Rini Hartatie belum berhasil dikonfirmasi terkait desakan berbagai pihak untuk menuntaskan kasus ini.Beberapa kali dihubungi selalu tidak berhasil. Demikian juga,telepon selularnya saat dihubungi sedang tidak aktif.

Sekadar diketahui, Senin (6/2) lalu, Kejari Lebak menahan dua dari tiga tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan MP3KI di Kecamatan Cimarga. Ke tiga tersangka itu, antara lain Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Heri Haerudin dan Unit Tim Penggerak Kegiatan (TPK),Suherman. Sementara, satu tersangka lainnya, Ketua UPK, Dede belum dilakukan penahanan karena sakit.

Dalam kasus tersebut, penyidik menemukan adanya indikasi penyelewengan penggunaan anggaran yang dilakukan ke tiga tersangka dengan mengurangi beberapa spesifikasi pada bangunan proyek yang dilaksanakan di lapangan. Bangunan yang menjadi temuan karena tidak tak spesifikasi itu, antara lain pekerjaan embung dan pengerasan jalan.

Akibatnya, dari keseluruhan nilai proyek MP3KI Rp 7 miliar terjadi kerugian negara Rp 1,5 miliar. Dalam kasus ini, tersangka dijerat Pasal 2 dan 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 99 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman  kurungan penjara paling lama 20 tahun. (asw/yas)

 

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%