Mesin Pompa Mati, Warga Segel Kantor Developer

Senin, 20 Maret 2017 | 20:09
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
SERING BANJIR: Warga Perumahan Taman Cikas memasang tulisan berisi penyegelan kantor PT Ciskada, Sabtu (18/3).

INDOPOS.CO.ID - Akibat tembok pembatas antara Apartemen Lagoon dan Perumahan Cikas, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan jebol yang menyebabkan banjir membuat warga marah. Mereka lantas menyegel kantor pemasaran developer PT Ciskada selaku pengembang perumahan.

”Penyegelan Sabtu (18/3) merupakan bentuk kekecewaan kami terhadap pengembang perumahan kami yang sudah menyusahkan warga disini,” kata mantan ketua RT 06, Firman kepada INDOPOS di lokasi.

Firman mengaku, air merendam pemukiman warga setinggi 1,5 meter pada Sabtu (18/3).

Penyebabnya, bukan hanya kelalaian pengembang Apartemen Grand Kemala Lagon, tapi PT Ciskada yang lamban menyalakan mesin pompa. ”Kalau saja mesin penyedot itu jalan, kami tidak mungkin terendam," jelasnya. Setelah warga cek, kata Firman, ternyata mesin itu tidak berfungsi lantaran tidak memiliki bahan bakar.

Menurutnya, kejadian itu sangat miris sekali, mengingat kurang tanggapnya pengembang atas masalah warga. ”Kalau saja mereka tanggap, sudah pasti tidak akan kehabisan bensin," jelasnya. Banjir saat ini bukan yang pertama, menurutnya, banjir sempat merendam rumah warga pada 20 Februari 2017 lalu.

Namun, hingga banjir kedua, pihak developer PT Ciskada, tidak ada tanggungjawabnya. ”Kemana mereka, saat kami direndam banjir,” ucapnya. Selain itu, Firman menuntut kepada pengembang segera menyerahkan aset fasilitas umum (fasum) dan fasilitan sosial (fasos) ke Pemkot Bekasi.

Tujuannya, agar aset warga bisa dikelola pemda. ”Kalau mereka tidak bisa bantu ya sudah serahkan aset fasos fasum ke pemerintah daerah, biar kami dibantu pemerintah,” jelasnya.

Banjir Sabtu (18/3) menyebabkan RW  25, di Perumahan Taman Cikas, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan terendam air setinggi 1,5 meter. Air merendam setelah tembok pembatas Apartemen Grand Kemala Lagon jebol.

Haris, 41, warga RT 06 mengatakan air menerjang rumah warga pagi hari. Pasalnya, saluran air yang memiliki lebar 2 meter itu luber karena air dari danau apartemen mengalir ke saluran tersebut. ”Semua air ditampung di saluran itu, karena temboknya jebol makanya tumpah ke warga,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolsek Bekasi Selatan, Kompol Bayu Pratama mengatakan, banjir memang diakibatkan luapan air dari selokan di dekat tembok pebatas. Karena temboknya jebol, maka air tumpah ke warga. ”Kemarin sudah dilakukan penanganan sementara oleh pengembang Grand Kemala Lagon,” katanya di lokasi penyegelan, Sabtu (18/3).

Terkait penyegelan kantor pemasaran, kata Bayu juga, pihaknya segera memanggil pihak developer, Grand Kemala Lagon, dan warga. Sehingga, dalam pertemuan nanti akan menemukan titik terang. ”Selasa (21/3) akan ada pertemuan antara warga, developer, dan Grand kemala lagon. Untuk penyegelan sudah kami minta dicabut agar tidak terjadi masalah baru,” tandasnya. (dny)

 

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%