Kali Bekasi Tercemar Buih, Pemda Lapor ke Polisi

Senin, 20 Maret 2017 | 20:19
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Air Kali Bekasi mendadak tertutup buih (busa Air, Red) berwarna putih Jumat (17/3). Ketebalan buih yang diduga limbah itu mencapai 10 centimeter (cm) dari bibir air. Buih yang diduga akibat pencemaran itu, membuat pemerintah daerah (pemda) melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian.

”Kami sudah mendapat perintah dari atasan kalau kasus pencemaran Kali Bekasi itu harus dilaporkan ke pihak kepolisian,” terang Kepala Bidang Persampahan dan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Bekasi, Dadang Mulyana, kepada INDOPOS.

Dadang menambahkan, laporan itu masih menunggu hasil pengecekan petugas di lapangan. Sebab, pihaknya akan mengambil sempel air untuk dilakukan uji labotarium. Tujuan pelaporan ke pihak kepolisian, agar menemukan sumber masalah timbulnya buih putih itu. ”Jadi nanti pihak kepolisian yang akan menyelidiki kasus ini,” jelasnya.

Apalagi, sebelumnya tepatnya pada tahun 2015 lalu, Kali Bekasi juga sempat terkena limbah Mangan dengan kandungan 1,042 miligram, Nitrit 0,178 miligram, Nitrat 29,6 miligram, Amonia 1,04 miligram, Zat Besi 3,74 miligram dan Copper 2,82 miligram.

Saat ini, kata Dadang juga, sudah berkoordinasi dengan PDAM setempat untuk menghentikan sementara produksi air bersih. Nantinya, PDAM akan mengandalkan air cadangan untuk tetap mengolah air baku. ”Karena produksi air bersih itu bahan bakunya dari air Kali Bekasi,” ujarnya.

Dadang mengaku, petugas yang melakukan pemantauan di Jembatan Cibubur, mencatat bahwa air berwarna keruh dengan suhu 29 celcius dan Ph 4.4. Kajian sementara terjadinya buih dalam alir air disebabkan Ph rendah dan adanya turbelensi aliran.

Sejumlah faktor yang menyebabkan buih berawarna putih di Kali Bekasi karena afluen IPAL biologi yang mengalami problem. Bakteri yang mati bisa menimbulkan buih warna coklat. Kemudian faktor lainnya air limpasan dari tumpukan batu bara atau fly ash karena mengandung unsur sulfat. Yang biasanya berwarna hitam atau abu-abu kecokletan akibat tercampur dengan aliran yang berasal dari tanah galian.

Dadang berharap hujan yang mengguyur Kota Bekasi bisa memecah buih atau busa air yang ada di Kali Bekasi tersebut. Sehingga, kejadian ini tidak memakan waktu lama. ”Kabarnya dari hulu sudah hujan, jadi tidak pekat lagi kondisi Kali Bekasi,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama, PDAM Tirta Patriot Hendi Irawan mengatakan tidak menutup produksi air baku meski Kali Bekasi sedang mengalami keruh akibat busa berwarna putih. Namun, dia sudah meminta kepada Perusahaan Jasa Tirta (PJT) II untuk ditutup saluran di Kali Bekasi. ”Kami akan mengandalkan di air dari sodetan Islamic Center yang sumber airnya berasal dari Kali Tarum Barat,” jelasnya.

Sejah ini, produksi air kata Hendi, masih mencapai 450 liter per detik. Ke depan, kata dia juga, sodetan itu akan dijadikan prioritas bahan baku air PDAM. ”Kepala daerah sudah menyetujui kalau bahan baku PDAM akan diambil langsung dari air Kali Tarum Barat,” tandasnya. (dny)

 

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%