Trase Tol Becakayu Fase Kedua Berubah Arah

Senin, 20 Maret 2017 | 21:56
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
JALAN BEBAS HAMBATAN: Sejumlah pekerja menyelesaikan pengerjaan tiang pancang proyek tol Becakayu di ruas Jalan Kalimalang

INDOPOS.CO.ID - Trase ruas tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berubah. Lintasan yang tadinya akan melayang di atas Jalan Ahmad Yani, kini dipindahkan ke Jalan Hasibuan, Kota Bekasi.

Perubahan lintasan ini tentunya sesuai dengan permintaan Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi. Pemerintah pusat mau mengikuti trase yang ditawarkan oleh pemerintah daerah (pemda) karena mempertimbangkan estetika kota setempat.

Kabid Tata Ruang pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bekasi, Erwin Guwinda mengatakan, Pemkot Bekasi menolak jalur pada fase kedua yang melewati ruas Jalan Ahmad Yani karena bisa merusak keindahan kota. ”Trase awal yang diajukan oleh pemerintah pusat itu melintasi tengah kota, sehingga pemerintah daerah menganggap bahwa trase tersebut bisa merusak keindahan kota,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan tol ini tetap melaju seperti awal perencanaan yakni dari Sumber Arta, Jalan KH. Noer Ali, Kecamatan Bekasi Barat. Dan di sisi selatan Kalimalang atau seberang Metropolitan Mall akan dibuat sebuah ramp off, agar pengendara roda empat bisa keluar dari tol.

Kemudian dari simpang Metropolitan Mall lintasan itu baru dipindahkan. Dari sebelumnya akan berlanjut ke Ahmad Yani, kata Erwin dialihkan ke melalui Jalan M. Hasibuan, Bekasi Selatan. Tepat di belakang Ruko Sun City atau Islamic Center di Jalan Hasibuan, trase akan dibangun tepat di atas Jalan Raya Kemakmuran.

Dari Jalan Kemakmuran agar jalan layang tol tersebut sampai di Bekasi Timur, jalur akan dibuat melengkung (loop) ke arah Jalan Layang Summarecon Bekasi.

”Tujuan pembangunan ini kan menghubungkan antara Jakarta sampai ke Bekasi Timur, sehingga pengendara dari dua arah bisa leluasa melintas,” kata Erwin.

Ruas tol Becakayu memiliki panjang 21 kilometer yang membentang dari DI Panjaitan, Kasablangka, Jakarta Timur sampai Jalan Raya Ganda Agung, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Hingga saat ini, pelaksana proyek masih fokus terhadap pembangunan fase pertama sepanjang 11,8 kilometer dari DI Panjaitan sampai Jakasampurna, Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Sedangkan fase kedua dari Jakasampurna, Bekasi Barat sampai Jalan Raya Ganda Agung, Bekasi Timur sejauh 9,2 kilometer belum dimulai. Erwin mengaku, tim teknis tengah fokus dalam pembahasan satu opsi perubahan trase Becakayu. ”Secepatnya tim akan memutuskan pembahasan satu jalur ini, sehingga pembangunan bisa segera dilakukan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelola Jalan Tol (BPJT) pada Kementerian PUPR, Herry Zuna mengatakan, pengoperasian jalan tol layang ini sedikitnya agak terlambat. Rencananya, pada bulan Maret, trase 1 seksi B dan seksi C sejauh delapan kilometer akan segera dioperasikan.  “Proses pengujian kelayakannya masih kita lihat kemungkinan akan sedikit terlambat,” katanya.

Meski begitu, kata Herry pihaknya masih mengkaji soal besaran tarif yang akan ditetapkan dalam pengoperasian tol tersebut. Menurutnya, tarif yang akan ditetapkan bakal mengikuti eskalasi penetapan tarif terbaru. Namun dia memprediksi, tarif jalan tol layang Becakayu ini akan lebih mahal dibandingkan tarif jalan tol Jakarta-Cikampek atau tol dalam Kota. (dny)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
100%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%