Lahan Setu Banyak Beralih Fungsi, BBWSCC Lakukan Pengukuran Ulang

Senin, 20 Maret 2017 | 22:43
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Setu Bulakan

INDOPOS.CO.ID - Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) mendesak dua pemerintah daerah di Tangerang Raya menjaga keberadaan setu yang masih ada.

Pasalnya, lahan penampungan air yang ada di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kota Tangerang terus beralih fungsi menjadi perumahan. Apalagi pendataan puluhan situ akan segera diverifikasi instansi ini guna pilot project pelestarian lingkungan di wilayah Jabodetabek.

Kepala BBWSCC, Kementerian PUPR, Iskandar mengatakan, beralih fungsinya lahan setu di Kota Tangsel dan Kota Tangerang diakibatkan minimnya perhatian pelestarian lingkungan dari masing-masing pemerintah daerah dalam pengendalian pembangunan perumahan.

Hal itu terlihat dari makin menyusutrnya puluhan hektare lahan setu yang ada. Akibatnya membuat kedua daerah ini terus dilanda banjir saat hujan datang. ”Karena kami ingin verifikasi setu di tiga wilayah Tangerang, jadi kami minta ini terus dipantau. Jangan sampai alih dungsi lahan ini terus tergerus. Jadi sangat wajar Kota Tangsel dan Kota Tangerang terus dilanda banjir karena sumber serapan air beralih fungsi sebagai perumahan,” katanya kepada INDOPOS, kemarin (19/3).

Berdasarkan data BBWSCC saat ini masih terdapat 37 setu yang tersebar di tiga wilayah Tangerang Raya. Dengan rincian, 24 setu berada di Kabupaten Tangerang, 4 setu di Kota Tangerang, dan 9 setu di Kota Tangsel. Dari luasan masing-masing situ sekitar 31 hektare kini luas eksisting setu-setu itu hanya 10 hektare.

Hilangnya lahan setu itu akubat laju pembangunan hunian yang tidak dikontrol oleh pemerintah daerah tersebut. Verifikasi setu pada tiga daerah tersebut, diakui Iskandar bertujuan untuk mencegah terus menyusutnya lahan setu yang kini masih tinggal sedikit.

Terlebih, diakuinya ada juga situ yang sudah hilang, seperti Setu Kayu Antap di Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangsel. Lahan setu yang dimanfaatkan warga untuk pemancingan, empang yang menjadi satu-satunya pemasukan bagi masyarakat setempat. ”Ini yang perlu diluruskan, dari pendataan tahun kemarin pengeloaan ini dapat diambil alih untuk dipugar,” ungkapnya.

Menurutnya juga, verifikasi awal dilakukan di Setu Sasak Tinggi di Kecamatan Pamulang, Kota Tangsel. Hal itu karena penggunaan lahan situ tersebut kian tergerus dengan alih fungsi lahan oleh warga sekitar. Dan untuk kegiatan itu mereka akan menggandeng Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Tangsel.

Revitalisasi ini pun, kata dia juga, akan menjadi pilot project verifikasi situ pertama di Indonesia dan Jabodetabek.”Di Setu Sasak ini kami tidak akan menggusur, hanya pendataan sama pengukuran saja. Jadi, masyarakat juga masuk dalam perencanaan revitalisasi situ. Nah dari sini nanti akan terukur pementaan antisipasi banjir di wilayah Jabodetabek,” ujar Iskandar juga.

Selain verifikasi itu, sambung Iskandar, BBWSCC akan mengajukan pembuatan sertifikan setu itu kepada tiga BPN di wilayah Tangerang Raya. Sebab, penataan situ saat ini masuk dalam rencana tata ruang wilayah. Sehingga alih fungsi sumber serapan air ini pun tidak akan dapat dilakukan lagi oleh warga.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Tangsel, Retno Prawati menuturkan, jika jajarannya telah berusaha mempertahankan luasan 9 situ yang ada dari aksi pembangunan hunian oleh masyarakat. Salah satunya mengajukan penertiban bangunan yang ada di lokasi tersebut.

Namun demikian, kata dia juga, hilangnya situ itu terjadi sebelum adanya pemekaran Kota Tangsel dari Kabupaten Tangerang. Karena itu pihaknya pun mengklaim jika disebut tidak melakukan pengawasan bangunan hunian yang dilakukan pengembang properti.

”Sekarang memang tidak ada yang berani membangun di area setu, karena kami sudah buatkan perda. Masalah alih fungsi lahan setu itu bukan pada Pemkot Tangsel, karena sebelum pemekaran juga ini sudah terjadi. Kan susah mengatur warga sekarang ini, karena memang yang dibutuhkan perumahan,” tuturnya.

Dengan adanya verifikasi itu, tambah Retno, Pemkot Tangsel akan berusaha membantu BBWSCC menyelesaikan pengukuran lahan setu yang jadi sumber serapan air tersebut. Bahkan, saat ini pihaknya telah melakukan normalisasi dan pengelolaan situ sebagai sumber serapan air dan kawasan wisata kepada warga Tangsel sendiri.

”Ini kan dapat membantu Kota Tangsel dalam penanganan banjir. Karena situ merupakan daerah konservasi yang keberadaannya sangat penting bagi suatu daerah. Pasti akan kami bantu untuk menjaga kondisi lahan yang ada,” pungkasnya.(cok)

Setu di Wilayah Tangerang

Kota Tangerang                                : 4 setu

Setu Cipondoh

Setu Gede

Setu Batusari

Setu Bulakan

Kota Tangsel                                      : 9 setu

Setu Rompong

Setu Kayu Atap

Setu Bungur

Setu Legoso

Setu Parigi

Setu Ciledug

Setu Pamulang

Setu Gintung

Setu Pondok Jagung

Kabupaten Tangerang                   : 26 setu

Setu Ranca Ilat

Setu Waluh

Setu Panggang/Gelam Jaya

Setu Setingin

Setu Patrasana

Setu Kelapa Dua

7. Setu Cihuni
8. Setu Pangodokan

9. Setu Dadap

10. Setu Pondok

11. Setu Cilongok

12. Setu Kepuh
13. Setu Gabus
14. Setu Genggong

15.  Setu Sulang
16.  Setu Warung Rebo

17.  Setu Pasir Gadung

18.  Setu Krawon

19.  Setu Bojong

20.  Setu Sarakan

21.  Setu Koja

22.  Setu Gede
23.  Setu Jengkol

24.  Setu Garukgak

25.  Setu Jambu

26.  Setu Kemuning

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%