Dana BOS Telat, Kepsek Berutang

Gadai SK dan Mobil Pribadi demi Tutupi Operasional Sekolah

Rabu, 11 Oktober 2017 | 16:47
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Ratusan kepala sekolah dari tingkat SD sampai SMP baik negeri maupun swasta di Kota Tangerang resah. Pasalnya, hingga memasuki triwulan keempat biaya operasional sekolah (BOS) untuk triwulan ketiga belum juga cair. Akibat hal itu pula aktivitas sekolah terganggu karena terjadinya penumpukan utang guna menutupi biaya operasional sekolah.

Kepala SMP Negeri 13 Kota Tangerang, Mulyono Sobar mengatakan keresahan ratusan kepsek tingkat SMP terjadi sejak tersendatnya pencairan dana BOS periode Juli-Agustus 2017. Dana yang seharusnya cair pada September itu hingga kini belum juga diberikan oleh dinas terkait di Provinsi Banten. Keterlambatan pencairan dana BOS itu yang membuat dirinya dan kepsek lain harus memutar otak agar operasional sekolah berjalan.

”Sampai sekarang belum dapat kabar, dan sudah kami cek ke rekening juga belum ada. Ya, resah lah karena dana ini sangat kami perlukan untuk operasional sekolah,” katanya kepada sejumlah wartawan termasuk INDOPOS, kemarin (10/10).  Dia juga menjelaskan, lambatnya pencairan dana BOS tersebut memaksa para kepsek di Kota Tangerang mencari dana talangan.

”Terpaksa pinjam dari berbagai sumber untuk menambal biaya operasional sekolah,” paparnya. Dana itu, katanya juga, untuk memperbaiki saluran listrik, pengadaan alat tulis kantor (ATK), kegiatan ujian tengah semester, ulangan harian, membayar tagihan listrik, telepon, serta air PDAM dan lainnya.

Bahkan, tidak sedikit para kepsek menggadai mobil atau surat keputusan (SK) ke bank daerah. ”Semua itu dibayar pakai duit talangan, dan kami terpaksa mengajukan pinjaman ke bank daerah. Kalau tidak seperti ini guru honorer mana mau mengajar kalau gajinya masih ditahan. Saya sudah tanya ke sejumlah sekolah lain, sama dana BOS belum cair,” ungkapnya.

Diakui Mulyono, keterlambatan pencairan dana BOS dari Pemprov Banten itu bukan satu kali ini terjadi. Keterlambatan pencairan dana BOS juga terjadi pada triwulan I dan II. Padahal, jauh hari sebelum pencairan dana BOS itu dilakukan verifikasi data seluruh sekolah tingkat SMP baik negeri dan swasta sudah diserahkan ke Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tangerang.

Yang dikhawatirkan jika dana BOS tersebut tak kunjung cair maka akan berdampak terjadinya pungli kepada para orang tua murid. ”Sampai sekarang belum ada penjelasan dari Pemprov Banten terkait keterlambatan pencairan dana BOS. Tiap triwulan dana ini terlambat cair,” cetusnya juga.

Senada juga diungkapkan Ahmad Hammi, kepala  Madrasah Ibtidaiyah (MI) Kota Tangerang yang mengatakan telatnya pencairan dana BOS dari Pemprov Banten mulai mengganggu kegiatan belajar mengajar di sekolah yang dia pimpin. Hal itu karena, para guru honorer tidak dapat datang ke sekolah lantaran tidak memiliki biaya.

Apalagi, gaji mereka yang berasal dari dana BOS itu belum dibayarkan. ”Kami hanya dapat menyediakan jemputan untuk para guru honorer biar dapat ke sekolah. Habis mau bagaimana lagi, kami juga sudah pinjam sana-sini. Ya tidak tahu berbuat apapun,” ucapnya. Hammi pun menyatakan, sudah berkoordinasi dengan MI dan MTs yang lain bahkan mempertanyakan ke Disdik Kota Tangerang.

Akan tetapi instansi tersebut hanya menyatakan masih melakukan koordinasi dengan Pemprov Banten terkait belum dicairkannya dana BOS tersebut. Kata dia juga instansi Pemkot Tangerang ini pun tidak dapat memastikan kapan pencairan dana BOS yang akan dipergunakan untuk operasional sekolah dan bantuan kepada siswa kurang mampu.

Sementara, Kepala Disdik Kota Tangerang, Abduh Surahman menuturkan pihaknya telah melakukan pengajuan dana BOS pada Pemprov Banten sejak empat bulan lalu atau sejak Juni 2017. Yakni melengkapi semua berkas-berkas dan melayangkan surat ke Gubernur Banten. Akan tetapi dana tersebut belum cair untuk periode Juli hingga Agustus 2017.

”Kami tidak tahu apa kendala Pemprov Banten belum mencairkan dana BOS. Sudah ditanyai dan hanya menjanjikan. Tidak bisa memastikan kapan waktu dana ini dicairkan. Kami berharap agar masalah ini segera diselesaikan, karena ini bisa memberatkan sekolah yang ada di Kota Tangerang,” terangnya.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, Ardius Prihantono mengungkapkan pencairan dana BOS dan BOSDa akan dicairkan sebelum akhir Oktober 2017 ini. Dia mengatakan, keterlambatan pencairan dana itu berkaitan pelimpahan kewenangan SMA/SMK dari kabupaten/kota ke provinsi.

Sehingga model pencairan dana BOS harus diatur kembali agar tidak menyalahi regulasi yang ada. ”Sebenarnya kalau kendala tidak ada, tapi memang belum punya model penyaluran sesuai atuaran perundang-undangan. Jadi wajar kalau kami harus hati-hati. Artinya dari aturan hukumnya kami kaji dulu, bagaimana pola penganggarannya, biar tidak salah,” terangnya.

Ditambahkan Aridus, pihaknya terus berkoordinasi dengan Gubernur Banten, Sekda Banten, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) serta Biro Hukum Pemprov Banten untuk mengambil langkah strategis terkait peralihan kewenangan BOS dan BOSDa untuk tingkat SMA yang berimbas pada pencairan dana itu untuk tingkat SD dan SMP tersebut. (cok)

Pencairan dana BOS Kota Tangerang

Tingkat SD selama 2017

1.   Triwulan pertama cair Rp29 miliar lebih.

2.   Triwulan dua cair Rp33 miliar lebih.

3.   Triwulan ketiga Rp0

4.  Triwulan empat Rp0

 Tingkat SMP selama 2017

1.  Triwulan pertama dicairkan Rp60 miliar lebih.

2.  Triwulan kedua dicairkan Rp96 juta.

3.   Triwulan ketiga Rp0

4.   Triwulan keempat Rp0

 Total dana BOS 2017 dari Pemprov Banten untuk Kota Tangerang Rp315 miliar.

Jumlah Sekolah Penerima Dana BOS

 

1.      Tingkat SD negeri              : 399 sekolah.

2.      Tingkat SD swasta             : 135 sekolah.

3.      MI negeri                     : 1 sekolah.

4.      Tingkat SMP negeri    :  24 sekolah.

5.      Tingkat SMP swasta    : 164 sekolah.

6.       MTs negeri                 : 3 sekolah.

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
100%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%