Tenaga Kerja Asing Picu Kecemburuan

Kebanyakan Miliki Jabatan, Pekerja Lokal Tersingkir

Kamis, 12 Oktober 2017 | 13:53
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : Ilustrasi

INDOPOS.CO.ID - Serikat buruh Kota Tangerang mendesak Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) memperketat keberadaan tenaga kerja asing (TKA) di seluruh perusahaan di daerah tersebut. Apalagi keberadaan TKA membuat tersingkirnya tenaga kerja lokal. Lantaran TKA diberikan kedudukan penting oleh pihak perusahaan yang memperkerjakan.

Ketua Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Tangerang, Ahmad Sipriadi mengatakan pengetatan perusahaan mempekerjakan TKA itu harus segera dilakukan Pemkot Tangerang. Mengingat jumlah WNA yang bekerja di sejumlah perusahaan memicu pengembangan potensi pekerja lokal tidak pernah muncul.

”Kesempatan kerja bagi warga lokasl jadi kecil, sehingga penekanan pengangguran terus meningkat. Harus segera ditangani, karena kesempatan buat tenaga kerja lokal untuk berkembang jadi tak ada,” tegasnya kepada wartawan termasuk INDOPOS, kemarin (11/10).

Menurutnya juga, menjamurnya TKA di seluruh perusahaan Kota Tangerang dikarena lemahnya pengawasan dari Dinasker Kota Tangerang.

Hal itu dilihat dari sejumlah jabatan penting dipegang di dalam perusahaan diduduki oleh puluhan TKA.

”Kalau perusahaan yang mimpin TKA pasti akan memberikan persayaratan berat bagi tenaga kerja lokal agar bisa masuk ke perusahaan itu, kalau tidak pasti digugurkan. Nah mereka pun akan memasukan TKA lainnya,” ujar Ahmad juga.

Lebih lanjut dia menjelaskan, perbedaan mencolok  perusahaan yang mempekerjakan banyak TKA adalah pemberian upah kerja yang berbeda. TKA diberikan upah jauh lebih besar dari pada upah yang diberikan ke pekerja lokal. Itu pula yang menyebabkan para pekerja lokal meminta kenaikan upah yang layak dari perusahaan setiap tahun.

”Benar kan jadi tidak adil, padahal mereka itu datang ke negara kita loh, kok bisanya jadi raja dan kita budak. Kalau memang mau adil upahnya disamakan dengan upah minimum kota. Kami menduga TKA ini masuk ke Indonesia dengan mudah pasti menggunakan visa kunjungan dan bukan visa kerja. Mayoritas TKA yang punya jabatan itu datang dari Asia,” paparnya.

Sementara, Jaka Mulyanto, 45, salah satu pekerja sebuah perusahaan di Kelurahan Batu Sari, Kecamatan Batu Ceper menuturkan, keberadaan TKA di perusahaan tempatnya bekerja memang mendokrak pendapatan perusahaan. Akan tetapi keberadaan TKA itu juga membuat daya serap tenaga kerja lokal berkurang.

”Pekerja TKA jabatannya ada yang jadi kepala SDM, design advisor dan supervisor sample, sampai yang paling rendah itu kepala pergudangan. Gajinya pun lebih besar dari pada kami. Kalau diberikan kesempatan bersaing, saya yakin teman-temen disini bisa menduduki jabatan yang diberikan ke TKA itu. Kami hanya berharap diperlakukan sama dengan TKA itu,” jelasnya.

Menanggapi itu, Kepala Disnaker Kota Tangerang, Rahmansyah menuturkan pihaknya suda mencoba menekan keberadaan TKA. Salah satunya dengan menggandeng Imigrasi Kota Tangerang menyisir pekerja TKA untuk mendata legalitasnya. Bahkan, ada kuota TKA untuk setiap perusahaan yang boleh dipekerjakan.

”Tapi itu masalahnya karena kebutuhan perusahaan. Kalau TKA ini ada juga akan membuat perusahaan maju dan menguntungkan karyawan. Kami tetap mengontrol para TKA dan memprioritaskan tenaga kerja lokal masuk,” tuturnya.

Rahmansyah juga mengatakan antisipasi membeludaknya TKA itu dapat dicegah pihaknya dengan mengajukan regulasi mengenai batas waktu para pekerja asing itu boleh bekerja di perusahaan. ”Kami juga meminta perusahaan memberikan kesempatan kepada tenaga kerja lokal yang berkompeten menduduki jabatan penting di perusahaan,” paparnya juga. (cok)

Jumlah TKA di Kota Tangerang

1.Tahun 2017          : 900 orang

2.Tahun 2016          : 675 orang

3.Tahun 2015          : 400 orang

4.Tahun 2014          : 200 orang

*Jumlahnya tiap tahun meningkat 20-30 persen.

*Punya jabatan startegis dan penting di perusahaan.

Asal Negara TKA

1.TKA asal Tiongkok     45 persen.

2.TKA asal Korea Selatan 34 persen.

3.TKA asal Tiongkok 32 persen.

4.TKA asal Myanmar 20 persen.

5.TKA asal Srilanka Ê18 persen.

6.TKA asal Filipina 10 persen

7.TKA asal Taiwan 8 persen

8.TKA asal Jepang 5 persen.

 

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%